Daerah

Sekda Sumsel Serahkan Bantuan GSMP kepada KWT Barokah Plaju, Dorong Warga Jadi Penghasil

21 September 2026 08:42 WIB | Oleh Tri | 44 pembaca

Sekda Sumsel Serahkan Bantuan GSMP kepada KWT Barokah Plaju, Dorong Warga Jadi Penghasil

KlikUrban.com – Upaya memperkuat kemandirian pangan keluarga kembali ditekankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menyerahkan bantuan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Tahun 2026 kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah di Kecamatan Plaju, Kota Palembang, pada Minggu (20/9/2026). Paket bantuan berisi bibit ikan, pakan ikan, serta benih berbagai jenis sayuran untuk dikelola berkelanjutan oleh anggota kelompok. Dukungan ini ikut diperkuat kolaborasi bersama PT Pertamina.

Mengapa program ini dihadirkan? Pemerintah daerah mendorong perubahan pola pikir rumah tangga, dari semata pembeli menjadi penghasil pangan. Ajakan itu diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di lingkungan sendiri, seperti menanam cabai dan terong serta memelihara ikan lele untuk kebutuhan harian. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah, keluarga diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan dapur secara mandiri dan lebih tangguh menghadapi dinamika pasokan pasar.

Apa saja yang disalurkan? Bantuan GSMP yang diberikan di KWT Barokah Plaju meliputi bibit ikan, pakan ikan, dan bibit aneka sayuran. Komponen ini dipilih agar anggota kelompok dapat mengombinasikan budidaya sayur dan ikan sebagai sumber gizi keluarga. Harapannya, hasil panen dapat dipakai memenuhi keperluan sendiri terlebih dahulu, dan jika berlebih bisa dibagikan atau dipasarkan secara sederhana di lingkungan sekitar. Dengan demikian, manfaatnya tak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tingkat komunitas.

Di mana kegiatan ini berlangsung? Seremoni penyerahan bantuan dilakukan di wilayah Kecamatan Plaju, Kota Palembang, yang dikenal memiliki lingkungan pemukiman padat penduduk. Dalam konteks perkotaan, pemanfaatan ruang terbatas menjadi kunci: pekarangan kecil, teras rumah, atau sudut halaman dapat disulap menjadi ruang produktif melalui penanaman sayur berdaur singkat dan budidaya ikan dalam media yang sesuai. Pendekatan ini sejalan dengan semangat GSMP yang mendorong optimalisasi lahan sekitar sebagai sumber pangan rumah tangga.

Baca Juga :  Herman Deru Kukuhkan Pengurus Asosiasi Advertising Sumsel 2026–2031, Dorong Sinergi dan Estetika Kota

Siapa saja yang terlibat? Selain Sekda Sumsel H. Edward Candra, hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Desy Kasnayati Edward Candra; Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina RU Plaju, Siti Fauzia; serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina atas dukungan nyata mereka dalam memperkuat pelaksanaan program GSMP di lapangan. Apresiasi juga diberikan kepada KWT Barokah atas konsistensi mereka menggerakkan kegiatan pangan mandiri.

Kapan langkah ini diambil? Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk mengingatkan kembali pentingnya kemandirian pangan rumah tangga, sekaligus mengajak warga menjadikan praktik menanam dan membudidayakan ikan sebagai kebiasaan harian yang membumi.

Bagaimana kelanjutannya? Pemerintah provinsi berharap bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat, dan dikembangkan agar dampaknya berkelanjutan. KWT Barokah Plaju diharapkan menjadi contoh yang bisa ditiru kelompok dan warga lain, sehingga semangat “dari pembeli menjadi penghasil” menyebar lebih luas. Dengan cara ini, ketahanan dan kemandirian pangan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan praktik nyata yang menguatkan rumah tangga, lingkungan, dan pada akhirnya daerah.

Dalam pelaksanaannya, anggota kelompok didorong memulai dari langkah paling sederhana dan terjangkau: memilih komoditas sayuran yang siklus panennya relatif cepat untuk konsumsi harian, serta memelihara ikan lele yang adaptif. Fokus utama adalah kesinambungan—bahwa setiap benih yang ditanam dan bibit ikan yang dibesarkan dikelola dengan baik, sehingga hasil panen berikutnya bisa terus bergulir. Dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta peran aktif komunitas, inisiatif semacam ini diharapkan mempertebal daya lenting pangan keluarga di perkotaan.

Baca Juga :  Sekda Edward Candra Dampingi Peserta PKN Tingkat I Pelajari Songket dan Jumputan di Kriya Nusantara Palembang

Melalui dukungan yang tepat sasaran dan pendampingan kebiasaan baik di tingkat rumah tangga, gerakan ini tidak hanya menumbuhkan kemandirian, tetapi juga memupuk rasa percaya diri warga untuk menghasilkan kebutuhan pangan sendiri. Dari halaman rumah, teras, hingga kolam kecil, setiap jengkal ruang berpotensi menjadi sumber pangan yang menyehatkan, sekaligus memperkuat jejaring sosial antarwarga. Inilah esensi yang terus dipromosikan: sederhana, bermanfaat, dan bisa ditularkan ke banyak keluarga lain.