Daerah

Sumsel Kebut Penanganan Karhutla, Herman Deru Tegaskan Kesehatan Publik Prioritas

14 Oktober 2026 08:56 WIB | Oleh Tri | 26 pembaca

Sumsel Kebut Penanganan Karhutla, Herman Deru Tegaskan Kesehatan Publik Prioritas

KlikUrban.com – Asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan membuat pemerintah daerah menempatkan keselamatan dan kesehatan warga sebagai prioritas utama. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digenjot dengan kombinasi upaya pemadaman, pencegahan, serta layanan kesehatan yang disiagakan tanpa henti.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat mengikuti siaran langsung bersama Metro TV dari Griya Agung, Palembang, Selasa (13/10/2026). Ia memaparkan bahwa titik panas dan titik api telah menurun, namun sisa asap masih dirasakan masyarakat. Pada Oktober ini, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga dilaporkan meningkat sehingga tahapan respons harus terus dimaksimalkan demi melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki komorbid pernapasan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat pendekatan terpadu. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dimaksimalkan sebanyak 73 kali sebagai bagian dari rangkaian upaya mempercepat pembentukan awan potensial hujan. Di sisi lain, dukungan helikopter untuk pemadaman terus diupayakan, namun penggunaan armada udara selalu mempertimbangkan kondisi jarak pandang di lapangan demi keselamatan dan efektivitas. Ia juga menyambut rencana uji coba teknologi dry ice dari pemerintah pusat sebagai opsi tambahan untuk mendukung penanganan.

Dalam urusan kemanusiaan, Gubernur menegaskan bahwa akses layanan kesehatan di tingkat pertama menjadi garda terdepan. Pemprov Sumsel mengoptimalkan pelayanan, termasuk membuka puskesmas selama 24 jam untuk membantu warga yang terdampak asap dan memerlukan penanganan cepat. Pendekatan ini didesain agar masyarakat tidak menunda pengobatan saat mengalami gejala gangguan pernapasan maupun iritasi yang umum terjadi pada periode kabut asap.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat, termasuk perhatian langsung dari Presiden, atas dukungan teknis serta sumber daya dalam proses pemadaman karhutla di Sumsel. Penghargaan juga diberikan kepada personel TNI-Polri dan seluruh petugas di lapangan yang berjibaku menghadapi titik api dan asap. Ia menekankan, kerja keras tersebut perlu diimbangi peralatan memadai, koordinasi komando yang rapi, serta stamina petugas yang tetap terjaga mengingat karakter karhutla yang dapat berubah cepat mengikuti arah angin, kelembapan, dan kondisi bahan bakar permukaan.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Kunjungi Sumsel, Wagub Cik Ujang Tekankan Sinergi Pusat–Daerah untuk Sukseskan Program Nasional

Terkait pencegahan, Gubernur menekankan pentingnya tidak hanya bergerak reaktif ketika api sudah membesar. Ia menginstruksikan agar setiap desa memiliki aturan dan langkah konkret penanggulangan karhutla sesuai kondisi wilayahnya masing-masing. Penguatan mitigasi dari hulu—mulai dari deteksi dini, patroli terpadu, hingga edukasi warga—dipandang krusial untuk menekan potensi kemunculan titik api baru. Pendekatan ini juga mendorong kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha yang berkegiatan di sekitar kawasan rawan.

Secara umum, paparan asap dapat meningkatkan risiko iritasi mata dan saluran napas. Dalam situasi kualitas udara menurun, anjuran kesehatan lazimnya mencakup membatasi aktivitas fisik berat di luar ruang, memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah, dan segera mencari pertolongan medis bila keluhan menetap atau memburuk. Melalui puskesmas yang disiagakan, Pemprov Sumsel menargetkan respons cepat terhadap gejala awal agar komplikasi bisa dicegah.

Dengan situasi cuaca yang masih berpotensi dinamis, Gubernur menggarisbawahi bahwa strategi Sumsel bersifat adaptif: memadukan teknologi, sumber daya udara dan darat, edukasi, serta layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Fokusnya adalah mengurangi paparan asap pada masyarakat, menekan penyebaran titik api, dan memastikan pemulihan lingkungan berjalan lebih cepat.

Intinya, upaya pemadaman tidak berdiri sendiri. Mitigasi di tingkat desa, peralatan yang memadai, kesigapan tenaga kesehatan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci. Dengan langkah bersama, Sumsel menargetkan penanganan karhutla yang lebih efektif, sekaligus menjaga derajat kesehatan publik selama periode udara berkabut.

Langkah Kunci Penanganan di Sumsel

  • OMC dimaksimalkan sebanyak 73 kali untuk mendukung pembentukan awan potensial hujan.
  • Dukungan helikopter pemadaman disesuaikan dengan jarak pandang dan keamanan penerbangan.
  • Rencana uji coba teknologi dry ice dari pemerintah pusat disambut sebagai inovasi pendukung.
  • Puskesmas disiagakan 24 jam guna memudahkan akses layanan kesehatan dampak asap.
  • Instruksi penguatan mitigasi: setiap desa menyiapkan aturan dan langkah konkret sesuai kondisi lokal.
  • Koordinasi lintas lembaga diperkuat, termasuk dukungan BNPB dan apresiasi kepada TNI-Polri serta petugas di lapangan.
Baca Juga :  Sekda Sumsel Ajak Peserta PKN Angkatan LXVII Kenali Warisan Religi di Bayt Alquran Al Akbar

Dengan rangkaian langkah tersebut, pemerintah daerah menekankan pendekatan menyeluruh—dari antisipasi, penanggulangan, hingga pemulihan—agar Sumatera Selatan dapat segera keluar dari tekanan asap dan warganya tetap terlindungi.