Sekda Sumsel Ajak Peserta PKN Angkatan LXVII Kenali Warisan Religi di Bayt Alquran Al Akbar
Klikurban.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra memimpin kunjungan edukatif bersama peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan LXVII ke Bayt Alquran Al Akbar pada Jumat (24/7/2026). Kunjungan ini bertujuan mengenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai religius yang melekat pada salah satu ikon wisata religi di provinsi itu.
Siapa: Kegiatan dipimpin oleh Sekda H. Edward Candra dan diikuti oleh peserta PKN Tingkat II Angkatan LXVII. Apa: kunjungan edukatif ke Bayt Alquran Al Akbar yang menampilkan ukiran ayat-ayat suci Al-Qur’an berukuran besar. Kapan: Jumat, 24 Juli 2026. Di mana: Bayt Alquran Al Akbar, Palembang, Sumatera Selatan. Mengapa: untuk memperkenalkan potensi daerah serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal. Bagaimana: melalui penjelasan sejarah berdirinya lokasi, pengamatan langsung terhadap karya ukir, dan dialog singkat antara penyelenggara tempat wisata dengan peserta PKN.
Dalam kunjungan tersebut, Edward Candra menekankan peran Bayt Alquran Al Akbar lebih dari sekadar destinasi wisata. Menurutnya, tempat itu menjadi simbol upaya pelestarian Al-Qur’an melalui seni ukir yang dapat membanggakan masyarakat Sumatera Selatan. Ia menyatakan, “Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan potensi daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal.” Pernyataan itu menjadi inti pesan yang disampaikan kepada para peserta selama kunjungan.
Peserta PKN terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka memperoleh penjelasan mengenai sejarah pendirian Bayt Alquran Al Akbar serta proses dan makna di balik ukiran ayat-ayat suci Al-Qur’an berukuran raksasa yang menjadi daya tarik utama tempat tersebut. Aktivitas observasi langsung dan paparan naratif membantu peserta memahami keterkaitan antara seni, religiositas, dan identitas budaya lokal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran kepemimpinan yang menekankan aspek kultural dan spiritual. Dengan mempertemukan calon pemimpin birokrasi dengan situs-situs bersejarah dan religius, penyelenggara pendidikan berupaya memperkaya wawasan peserta soal potensi daerah serta tanggung jawab pelestarian nilai-nilai kebudayaan. Harapannya, pengalaman lapangan seperti ini dapat memperkuat wawasan kebangsaan dan memperkaya perspektif kepemimpinan yang memperhitungkan pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Selain aspek pendidikan, kunjungan juga memberi kesempatan bagi peserta untuk menyaksikan secara langsung bagaimana unsur estetika dan religius dipadukan dalam wujud fisik yang dapat diakses publik. Observasi ini relevan bagi pembahasan kebijakan publik yang berkaitan dengan pemanfaatan aset budaya dan wisata religius untuk tujuan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan regional berkelanjutan.
Penyelenggaraan kunjungan ke Bayt Alquran Al Akbar pada rangkaian PKN Angkatan LXVII mencerminkan upaya pemerintah daerah dan penyelenggara pelatihan memanfaatkan tempat-tempat bersejarah sebagai sarana pengayaan kurikulum kepemimpinan. Bagi para peserta, momen tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga yang memperkuat komitmen mereka terhadap pengelolaan warisan budaya dan nilai-nilai religius di wilayah masing-masing ketika kembali bertugas.
Dengan menempatkan kunjungan lapangan pada posisi sentral dalam pendidikan kepemimpinan, pimpinan daerah dan pelaksana pelatihan berharap tercipta sinergi antara pengetahuan administratif dan kecerdasan kultural—sebuah bekal penting bagi pejabat publik dalam merancang kebijakan yang sensitif terhadap akar budaya dan spiritual masyarakat.