Daerah

Ngopi Bareng BI: GSMP Sumsel Disinergikan jadi Ekosistem Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan

15 September 2026 09:35 WIB | Oleh Tri | 35 pembaca

Ngopi Bareng BI: GSMP Sumsel Disinergikan jadi Ekosistem Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan

KlikUrban.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan kembali digelorakan melalui forum Ngopi Bareng Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel di Palembang, Senin (14/9/2026). Pertemuan bertema “Tata Kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang Kolaboratif, Efektif, dan Berkelanjutan” itu menjadi ruang temu lintas pemangku kepentingan untuk menyamakan arah kebijakan dan langkah operasional di lapangan.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan bahwa GSMP yang berjalan sejak 2021 telah memberikan hasil nyata dalam pemberdayaan warga. Ia mendorong agar penguatan program ke depan lebih terukur dan terarah, sembari mengajak kalangan akademisi pertanian mengambil peran strategis mulai dari riset hingga solusi praktis—terutama pada optimalisasi lahan rawa. Menurutnya, kajian berbasis sains atas lahan rawa krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Dari sisi otoritas moneter di daerah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, memandang kolaborasi yang kini terbangun sebagai modal penting untuk memperluas jangkauan GSMP. Ia menilai program yang awalnya berfokus mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif kian matang menuju pembentukan ekosistem rantai pasok pangan yang lebih menyeluruh. Penguatan ekosistem ini diharapkan sejalan dengan strategi pengendalian inflasi melalui ketahanan pangan serta dapat dikolaborasikan dengan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (PSN-MBG).

Pemerintah daerah, regulator, dan komunitas perlu bergerak dalam orkestrasi yang sama agar inisiatif kemandirian pangan tidak berjalan sporadis. Dengan sinergi yang baik, manfaat GSMP mulai dari pemanfaatan pekarangan rumah dan sumber daya lokal, sampai pembentukan jejaring produksi dan distribusi dapat meningkat dan tersebar merata. Pendekatan kolaboratif juga memudahkan penyusunan tolok ukur kinerja dan pengawasan lapangan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Jasamarga Lakukan Pemeliharaan Jalan di Tol Cipularang dan Padaleunyi

Untuk memastikan bagaimana program dijalankan, forum ini turut menjadi panggung pengukuhan dan pelantikan Forum Kemitraan Sinergi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan serta pembentukan Tim Pendampingan Terpadu. Keduanya diproyeksikan menjadi penggerak pendampingan di hulu-hilir program dan pengawal keberlanjutan kerja di lapangan mulai dari penyelarasan rencana kerja, penguatan tata kelola, hingga pemantauan pelaksanaan agar hasilnya berdampak langsung bagi rumah tangga, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan lokal.

Palembang menjadi simpul pertemuan gagasan sekaligus jejaring aksi, dengan kehadiran para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait. Keterlibatan lintas sektor diharapkan memperkaya perspektif tata kelola dari aspek produksi, standar kualitas, hingga efisiensi distribusi yang semuanya bermuara pada ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan.

GSMP selama ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas rumah tangga dan komunitas bisa menjadi penyangga ketahanan pangan lokal. Dengan memanfaatkan pekarangan dan sumber daya sekitar, warga tidak hanya menambah pasokan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang nilai tambah ekonomi. Di tahap selanjutnya, pengembangan ekosistem rantai pasok menghubungkan prakarsa warga dengan kebutuhan pasar yang lebih luas, sehingga manfaatnya berlipat dan berkelanjutan.

Selain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, forum ini melibatkan akademisi pertanian yang diharapkan memperdalam riset-riset berbasis kondisi agroekosistem setempat, termasuk lahan rawa. Keterlibatan akademisi akan memperkuat bukti ilmiah untuk pemilihan komoditas, teknik budidaya adaptif, dan skema tata air yang mendukung produktivitas sekaligus mitigasi risiko kebakaran.

Ke depan, penyelarasan rencana kerja dan penguatan rantai pasok yang diproyeksikan melalui GSMP akan semakin relevan untuk menopang stabilitas harga serta ketersediaan pangan di daerah. Dukungan lintas aktor pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas menjadi kunci agar dampak program tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi terus berkelanjutan. Dengan pijakan tata kelola yang lebih solid dan sinergi yang kian padu, GSMP diharapkan mempercepat lahirnya ekosistem pangan daerah yang tangguh, adaptif, dan mampu menopang agenda strategis nasional seperti PSN-MBG.

Baca Juga :  Sekda Sumsel Ajak Peserta PKN Angkatan LXVII Kenali Warisan Religi di Bayt Alquran Al Akbar