Daerah

Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk Cegah Karhutla

21 Juli 2026 20:41 WIB | Oleh Tri | 43 pembaca

KlikUrban.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera Selatan dengan durasi pelaksanaan selama 12 hari. Langkah strategis ini digagas sebagai upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap terjadi berulang setiap tahunnya, khususnya pada musim kemarau.

OMC sendiri melibatkan penggunaan teknologi hujan buatan yang diharapkan dapat mempercepat terbentuknya awan hujan sehingga meningkatkan curah hujan di area yang rawan terbakar. Program ini diharapkan mampu mengurangi potensi kebakaran yang dapat memberikan dampak negatif baik pada lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.

Langkah Strategis Kemenhut Cegah Kebakaran

Pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari rencana besar Kemenhut untuk mengantisipasi dan mengendalikan karhutla yang selama ini menjadi salah satu masalah lingkungan serius di Indonesia. Dengan tingginya potensi kebakaran akibat aktivitas manusia maupun kondisi cuaca ekstrem, langkah proaktif seperti OMC menjadi sangat penting.

Selain Sumatera Selatan, Kemenhut merencanakan pelaksanaan operasi serupa di beberapa daerah lainnya yang juga rentan terhadap karhutla, berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan.

Kampanye Melawan Karhutla

Tidak hanya melalui intervensi teknologi, pemerintah juga gencar melakukan kampanye kesadaran terhadap masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan dan pentingnya menjaga kelestarian hutan menjadi fokus utama.

Seiring dengan upaya operasi dan kampanye tersebut, diharapkan Indonesia dapat mengatasi masalah karhutla yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat luas.

Dengan dilakukannya operasi modifikasi cuaca ini, Kemenhut menunjukkan keseriusannya dalam melindungi dan melestarikan hutan di Sumatera Selatan dan seluruh Indonesia, agar tetap berfungsi sebagai paru-paru dunia yang sangat berharga.

Baca Juga :  Jateng Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Kekeringan di 14 Wilayah