Daerah

Jateng Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Kekeringan di 14 Wilayah

26 Agustus 2026 09:03 WIB | Oleh Tri | 43 pembaca

Jateng Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Kekeringan di 14 Wilayah

KlikUrban.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sedang berupaya keras untuk menanggulangi kekeringan yang melanda 14 wilayah di provinsi tersebut. Salah satu langkah yang tengah diambil adalah penerapan teknologi modifikasi cuaca, sebagai upaya untuk mendatangkan hujan dan mengurai dampak kekeringan yang semakin mengkhawatirkan.

Modifikasi Cuaca sebagai Solusi

Di hadapan ancaman krisis air, Pemprov Jateng bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sepakat untuk menggunakan teknologi canggih ini. Teknologi ini diharapkan dapat memacu turunnya hujan buatan pada wilayah-wilayah yang mengalami krisis air ekstrem.

Wilayah Terdampak

Sebanyak 14 wilayah telah dinyatakan mengalami kekeringan parah, meliputi kawasan di kabupaten dan kota yang tersebar di berbagai penjuru Jateng. Langkah pemerintah provinsi ini bukanlah yang pertama, mengingat ancaman kekeringan kerap kali menjadi persoalan rutin setiap tahunnya, terutama selama musim kemarau panjang.

Kerja Sama Multi-Pihak

Implementasi modifikasi cuaca juga melibatkan kerja sama dari pihak TNI Angkatan Udara, yang menyediakan armada pesawat untuk pelaksanaan penyemaian awan. Dengan demikian, harapannya, langkah ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terancam kekurangan air bersih.

Dukungan dari Pusat

Dukungan dari pemerintah pusat juga tak kalah penting, karena modifikasi cuaca memerlukan anggaran yang cukup besar serta koordinasi lintas lembaga yang intensif. Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga terkait, kekeringan bisa ditangani dengan lebih efektif.

Langkah Lanjutan

Menindaklanjuti upaya tersebut, masyarakat diimbau untuk turut serta dalam menjaga dan menggunakan sumber daya air secara bijak. Kesadaran akan lingkungan dan kepekaan terhadap dampak perubahan iklim menjadi faktor penting dalam keberhasilan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga :  Pemkab Kupang dan Kodaeral VII Gaungkan Potensi Pesisir melalui Lomba Dayung Merdeka