Nasional

Usulan Program Perhutanan Sosial sebagai Proyek Strategis Nasional: Wamenhut Rohmat Marzuki

11 Juli 2026 17:03 WIB | Oleh Dimar Alfiano | 56 pembaca

KlikUrban.com – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menyampaikan bahwa saat ini program perhutanan sosial yang diusulkan akan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Inisiatif ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Aspek Penting dari Usulan

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Rabu (8/11), Rohmat menjelaskan bahwa program perhutanan sosial bukan hanya bertujuan untuk melestarikan hutan, tetapi juga untuk menyediakan akses bagi masyarakat. Proyek ini diyakini dapat menjadi solusi untuk masalah penghidupan bagi penduduk yang bergantung pada sumber daya hutan.

Kenapa Perhutanan Sosial?

Wamenhut menjelaskan bahwa perhutanan sosial merupakan upaya penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, serta menjaga keanekaragaman hayati. Dengan mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan hutan, diyakini akan tercipta iklim kerjasama yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

Langkah Selanjutnya

Proses pengusulan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. Rohmat berharap, jika disetujui, program ini akan memperoleh dukungan baik dari pemerintah pusat maupun daerah, serta berbagai pihak terkait lainnya, termasuk LSM dan sektor swasta. “Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Potensi Dampak Sosial dan Ekonomi

Program perhutanan sosial diharapkan tidak hanya mampu menyelamatkan hutan, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemberian hak kelola. Hal ini mencakup pelatihan keterampilan dan peningkatan akses terhadap pasar untuk produk-produk hutan yang dikelola secara berkelanjutan.

Dalam konteks global, inisiatif ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai target pengurangan emisi karbon serta berkontribusi dalam pemulihan ekosistem yang terdegradasi. Proyek ini juga diyakini akan menjadi contoh baik bagi negara-negara lain yang menghadapi masalah serupa.

Baca Juga :  Tim Panahan Recurve Putra Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Asian Games 2026

Dengan demikian, jika program perhutanan sosial ini resmi ditetapkan sebagai PSN, diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam menciptakan sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia.