Umum

Perubahan Jam Operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru: Ini Alasannya

28 Juli 2026 09:25 WIB | Oleh Tri | 71 pembaca

KlikUrban.com – Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru di Provinsi Riau mengumumkan perubahan jam operasional sementara. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan sejumlah kegiatan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas bandara.

Perubahan ini akan berlaku selama tiga minggu ke depan. Pengelola bandara menyatakan bahwa kegiatan ini diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan.

Detail Perubahan Operasional

Bandara Sultan Syarif Kasim II, yang biasanya beroperasi 24 jam, kini akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 22.00. Jam operasional yang baru ini memungkinkan tim teknis untuk melakukan berbagai perbaikan yang mencakup perawatan landasan pacu, peremajaan terminal, serta peningkatan sistem navigasi udara.

Pihak manajemen bandara mengimbau kepada seluruh penumpang dan maskapai penerbangan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dan kedatangan mereka dengan jam operasional baru tersebut. Sosialisasi juga dilakukan melalui berbagai media untuk memastikan bahwa perubahan ini dapat diketahui dengan cepat dan tepat oleh masyarakat luas.

Imbauan dan Harapan

General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II menyatakan bahwa meski perubahan ini bersifat sementara, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan mengikuti informasi terkini. “Kami berharap dengan adanya perubahan ini, kenyamanan dan keamanan penerbangan ke depan menjadi lebih optimal,” imbuhnya.

Pihak bandara juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Pekanbaru agar perubahan ini tidak menyebabkan gangguan yang signifikan pada jadwal penerbangan.

Perubahan jam operasional ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi peningkatan kebutuhan penerbangan dan pertumbuhan penumpang yang terus meningkat di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Baca Juga :  Menteri Sekretaris Negara: Partisipasi Publik dalam Pemilihan Logo HUT RI Sebagai Wujud Gotong Royong