Nasional

Penguatan Keselamatan Pasien PTM dalam Pengobatan Jangka Panjang

19 September 2026 15:39 WIB | Oleh Tri | 112 pembaca

Ilustrasi AI editorial: Penguatan Keselamatan Pasien PTM dalam Pengobatan Jangka Panjang

KlikUrban.com – Pengobatan penyakit tidak menular (PTM) yang berlangsung dalam jangka panjang memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan pasien. Hal ini penting untuk mencegah risiko cedera selama proses perawatan. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar satu dari sepuluh pasien mengalami cedera selama perawatan kesehatan secara global, dan sekitar separuh dari kejadian tersebut dapat dicegah.

PTM seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan gangguan pernapasan kronis menyumbang sekitar 74 persen dari seluruh kematian global. Oleh karena itu, pasien dengan PTM sering kali memerlukan pengobatan dan perawatan berkelanjutan. Dalam konteks ini, farmakovigilans atau sistem pemantauan keamanan obat menjadi instrumen penting untuk menjaga keamanan pasien.

Ketua International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), Evie Yulin, menekankan pentingnya pemantauan keamanan obat yang berkelanjutan meskipun produk telah memperoleh izin edar. “Pengawasan keamanan obat tidak berhenti ketika produk memperoleh izin edar, tetapi harus terus dilakukan selama obat digunakan oleh pasien,” ujar Evie.

Di Indonesia, pengawasan keamanan obat dilakukan melalui ekosistem yang melibatkan regulator, tenaga kesehatan, industri farmasi, dan masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengembangkan mekanisme pelaporan farmakovigilans sebagai bagian dari pengawasan keamanan obat setelah produk beredar.

Penguatan pengawasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan pasien tetap diperhatikan sepanjang perjalanan pengobatan PTM, mulai dari pencegahan dan diagnosis hingga pengobatan, rehabilitasi, serta penanganan jangka panjang.

Baca Juga :  Kemenparekraf Tingkatkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif ASEAN Bersama Filipina