Nasional

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai Progres Signifikan

30 Oktober 2026 19:42 WIB | Oleh Tri | 33 pembaca

Foto editorial AI: Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai Progres Signifikan

KlikUrban.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sugiono, mengapresiasi kemajuan signifikan dalam pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang berlangsung selama 11 bulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai progres sekitar 96-98%.

Dalam kunjungannya ke Posko Nasional Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) di Jakarta, Sugiono menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengenai capaian dan kendala yang dihadapi. Sugiono menilai bahwa upaya pemerintah menunjukkan kerja keras dalam memenuhi tanggung jawab kepada masyarakat terdampak.

Proses pemulihan melibatkan penerbitan regulasi, dukungan anggaran, serta pemulihan fasilitas dan layanan dasar di wilayah terdampak. Sugiono menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur terkait untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa.

Sugiono juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa depan. Ia menyoroti perubahan iklim yang dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia, dengan wilayah utara khatulistiwa diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan.

Menurut Sugiono, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari perencanaan agar penanggulangan dan rehabilitasi dapat dilakukan dengan cepat. Koordinasi yang kuat diperlukan agar pemulihan dapat berjalan seiring dengan langkah-langkah mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melaporkan bahwa bencana susulan masih menjadi tantangan dalam proses rehabilitasi. Curah hujan tinggi memicu banjir di beberapa wilayah, termasuk Padang, Solok, dan Tapanuli Tengah, serta beberapa daerah di Aceh.

Tito menjelaskan bahwa sedimentasi di sungai-sungai terdampak meningkatkan risiko banjir saat hujan deras. Hal ini mengakibatkan infrastruktur yang telah diperbaiki kembali terdampak, sehingga penanganan sungai perlu dipercepat.

Untuk mengurangi risiko banjir susulan, Tito meminta dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum agar pembersihan dan penanganan 137 sungai terdampak sedimentasi dapat segera dipercepat. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Kementerian PKP Percepat Serapan Anggaran Bedah Rumah Triwulan III 2026