Daerah

Ketua TP PKK Sumsel Ajak Kader Bangun Komunikasi Keluarga dan Kemandirian Perempuan saat Maulid Nabi 1448 H

17 September 2026 12:41 WIB | Oleh Tri | 40 pembaca

Ketua TP PKK Sumsel Ajak Kader Bangun Komunikasi Keluarga dan Kemandirian Perempuan saat Maulid Nabi 1448 H

KlikUrban.com – Seruan untuk memperkuat komunikasi keluarga dan meneguhkan kemandirian perempuan menggema dalam pengajian rutin bulanan TP PKK Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Rabu (16/9/2026). Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, hadir langsung pada kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bertema “Menciptakan Keluarga yang Harmonis dengan Meneladani Rasulullah”.

Di hadapan kader PKK, Hj. Feby Deru menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah sebagai pijakan membangun keluarga yang rukun. Ia mengajak jajaran PKK untuk terus meningkatkan iman dan takwa, sekaligus menjaga komitmen pelayanan kepada masyarakat tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga. Dorongan kemandirian dan produktivitas perempuan, menurutnya, berjalan seiring dengan tujuan keluarga sejahtera.

“Kita harus meneladani Rasulullah. Bangun komunikasi yang baik dalam rumah tangga, bahkan ajarkan kepada anak dan cucu kita untuk selalu berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Feby. Seruan tersebut menjadi benang merah acara yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keluarga sebagai fondasi sosial.

Selain menggarisbawahi komunikasi yang hangat dan terbuka di lingkungan keluarga, Ketua TP PKK Sumsel juga mendorong kader untuk mempererat tali silaturahmi. Semangat kebersamaan dan gotong royong ditegaskan sebagai modal sosial penting dalam berkarya demi kesejahteraan masyarakat. Turut hadir pada kesempatan itu para Kepala OPD, menandai sinergi lintas unsur dalam memperkokoh peran keluarga dan pemberdayaan perempuan di Sumatera Selatan.

Peringatan Maulid Nabi kali ini membawa pesan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari: meneladani keteladanan Rasulullah dalam tutur kata, sikap, dan kepemimpinan keluarga. Nilai kelembutan, kejujuran, dan sikap saling menghargai menjadi rujukan untuk menciptakan suasana rumah yang harmonis. Dalam konteks tersebut, penguatan komunikasi keluarga—yang simple namun mendasar—dipandang sebagai kunci pencegahan konflik, pemeliharaan kasih sayang, serta pembentukan karakter anak.

Baca Juga :  Sumsel Sabet Provinsi Terbaik di Jamsostek Award 2025, Herman Deru Tegaskan Perlindungan Pekerja Informal

Di sisi lain, TP PKK sebagai gerakan yang berfokus pada kesejahteraan keluarga berperan menjembatani penguatan nilai, edukasi, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan pengajian berkala menjadi salah satu ruang bertukar gagasan, memperbarui motivasi spiritual, serta menyelaraskan langkah organisasi dengan kebutuhan keluarga dan lingkungan. Dengan cara ini, nilai luhur yang diusung dalam peringatan Maulid tidak berhenti pada seremoni, melainkan terhubung ke tindakan konkret di rumah dan komunitas.

Pesan untuk menjadi perempuan yang mandiri dan produktif juga ditegaskan dalam bingkai keluarga harmonis. Kemandirian mendorong perempuan mengambil peran positif di ruang domestik maupun publik, sementara produktivitas membuka ruang kreasi yang berdaya guna. Kapasitas tersebut dapat tumbuh selaras dengan perhatian pada anak, pasangan, dan orang tua—selama komunikasi, empati, dan saling dukung menjadi budaya keluarga.

Dalam praktiknya, pesan ini sejalan dengan sejumlah kebiasaan baik: membangun percakapan harian yang jujur dan hangat, mengelola waktu antara tugas organisasi dan keluarga, saling memberi umpan balik tanpa menghakimi, serta menghidupkan tradisi silaturahmi. Langkah-langkah sederhana tersebut kerap menjadi pelindung pertama bagi keharmonisan, terutama di tengah dinamika kesibukan kerja dan aktivitas sosial yang padat.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Griya Agung turut mengingatkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama. Ketika anak terbiasa melihat teladan tuturan yang santun dan hubungan yang penuh penghargaan di rumah, nilai itu akan memancar ke pergaulan yang lebih luas. Karena itu, penguatan komunikasi keluarga yang ditekankan Feby Deru menjadi relevan bukan hanya untuk menjaga kehangatan rumah tangga, tetapi juga untuk membentuk ekosistem sosial yang lebih sehat

Dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pembelajaran nilai, pesan yang mengemuka pada peringatan Maulid Nabi 1448 H ini mengundang setiap kader untuk menata prioritas: menjaga keharmonisan rumah, menguatkan tali silaturahmi, meningkatkan kualitas komunikasi, dan menghadirkan karya produktif yang bermanfaat bagi lingkungan. Dari keluarga yang rukun, diharapkan lahir masyarakat yang semakin kokoh, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga :  UKB-Pemkab Banyuasin Bahas Kerja Sama Lanjutan Perkuat Sinergi Pendidikan, Kesehatan, Penelitian dan Pengabdian