Nasional

Kemenperin Dorong Industri Halal Nasional di Halal Indo 2026

21 September 2026 19:50 WIB | Oleh Tri | 40 pembaca

Ilustrasi AI editorial: Kemenperin Dorong Industri Halal Nasional di Halal Indo 2026

KlikUrban.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memperkuat pasar industri halal nasional melalui partisipasi dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026. Acara ini akan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Tangerang, Banten. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya pengembangan industri halal sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pasar domestik dan internasional.

Agus menyatakan bahwa penguatan ekosistem industri halal harus dilakukan secara terintegrasi, mencakup peningkatan kapasitas pelaku industri, sertifikasi, promosi produk, dan perluasan akses pasar. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia, dan Halal Indo 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan kekuatan industri dalam negeri dengan peluang pasar global.

Halal Indo 2026 akan menempati area pameran seluas 12.740 meter persegi, dengan target lebih dari 30 ribu pengunjung dan melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Pameran ini mencakup berbagai sektor seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, tekstil, dan lainnya. Kemenperin juga membangun Paviliun Kementerian Perindustrian seluas 1.818 meter persegi untuk menampilkan berbagai produk unggulan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto menambahkan bahwa antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi sangat tinggi, dengan 236 pelaku industri mendaftar untuk fasilitasi booth. Kemenperin juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk memperluas penjaringan pembeli potensial dari berbagai negara.

Selain pameran, Kemenperin menyelenggarakan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 untuk memperkuat ekosistem industri halal. Ajang ini menjaring 1.091 peserta, dengan 374 peserta lolos verifikasi dokumen dan 97 peserta mengikuti tahap penjurian. Eko menekankan pentingnya sinergi antara pemenuhan TKDN dan sertifikasi halal untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri.

Baca Juga :  Pemkot Pekanbaru Alokasikan Rp 12,4 Miliar untuk Seragam Gratis Siswa