Jelang Peluncuran, Gubernur Herman Deru Tinjau Koperasi Merah Putih 3 Ilir Palembang: Harga Sembako Lebih Murah
KlikUrban.com – Demi memastikan pelayanan publik berjalan mulus sejak hari pertama, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau langsung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih 107 di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Kamis (15/10/2026). Kunjungan kerja ini menghadirkan evaluasi menyeluruh atas kesiapan fisik bangunan, sarana-prasarana, kecukupan stok, hingga simulasi transaksi perdana, sebelum peresmian resmi dilaksanakan.
Pemeriksaan lapangan dilakukan sebagai langkah preventif agar saat launching kelak tidak ada kendala teknis yang mengganggu layanan masyarakat. Di sela-sela peninjauan, Herman Deru menegaskan pentingnya ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi warga sekitar. Ternyata benar-benar siap dan harganya lebih murah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat sekitar untuk berbelanja kebutuhan pokok, ujarnya.
Di lokasi, antusiasme warga terlihat dari aktivitas belanja yang mulai bergeliat. Koperasi ini menawarkan harga yang kompetitif pada sejumlah komoditas utama, antara lain:
- MinyakKita 1 liter: Rp15.700
- Gula pasir: Rp17.500
- Beras SPHP 5 kg: Rp58.000
- Tepung terigu Mila 1 kg: Rp10.000
Keberadaan daftar harga yang bersahabat tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya keluarga yang ingin mengatur pengeluaran harian lebih efisien. Pada saat yang sama, pemerintah provinsi ingin memastikan seluruh proses mulai dari penerimaan barang, penataan rak, keakuratan kasir, hingga alur keluar-masuk pelanggan berlangsung tanpa hambatan. Uji coba transaksi perdana turut dipantau untuk menilai kecepatan dan ketepatan layanan, sekaligus mengecek konsistensi harga di titik penjualan.
Dari sisi tempat, kondisi fisik bangunan dan fasilitas pendukung menjadi sorotan utama dalam peninjauan. Kesiapan area pelayanan, kebersihan, penanda harga yang jelas, serta ketersediaan sarana transaksi ditinjau satu per satu agar standar pelayanan minimum terpenuhi. Selain itu, tim turut menilai ketersediaan stok awal dan pola suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga menjelang dan setelah peluncuran resmi.
Langkah ini sejalan dengan peran strategis koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan model usaha yang berbasis kebersamaan, koperasi kerap menjadi jembatan akses barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih kompetitif. Tujuannya bukan hanya menekan beban belanja rumah tangga, tetapi juga menjaga kestabilan pasokan di tingkat komunitas. Dalam konteks tersebut, operasional perdana Koperasi Merah Putih 3 Ilir diharapkan menjadi contoh praktik baik bagaimana harga terjangkau bisa dipadukan dengan pelayanan yang akuntabel.
Terkait siapa saja yang terlibat, selain Gubernur Sumatera Selatan, peninjauan turut dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kolaborasi lintas perangkat ini penting agar setiap aspek operasional, mulai dari dukungan logistik, fasilitasi niaga, hingga pengawasan harga, dapat berjalan serentak dan saling menguatkan.
Adapun alasan mengapa peninjauan dilakukan sebelum peresmian resmi adalah untuk memberikan ruang perbaikan dini jika ditemukan potensi kendala. Dengan begitu, saat momentum peluncuran digelar, transaksinya sudah mengalir, mekanisme kasir tertata, dan warga memperoleh pengalaman belanja yang nyaman. Cara kerja seperti ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan koperasi sekaligus memperluas dampak ekonomi lokal.
Mengenai kapan koperasi ini mulai beroperasi, uji transaksi dan layanan perdana telah berjalan pada hari yang sama dengan kunjungan lapangan. Sementara peresmian (launching) dijadwalkan menyusul setelah seluruh aspek dinilai benar-benar matang. Di sisi lain, di mana dampaknya terasa, warga Kelurahan 3 Ilir dan sekitarnya kini memiliki alternatif berbelanja kebutuhan harian dengan harga yang lebih bersaing.
Pada akhirnya, apa yang hendak dicapai dari inisiatif ini adalah meningkatnya akses masyarakat pada kebutuhan pokok dengan harga yang bersahabat, terjaganya stabilitas pasokan di tingkat lingkungan, dan terbukanya peluang ekonomi lokal yang lebih inklusif. Dengan bagaimana langkah teknis dilakukan 1 dari audit fisik, pemantauan stok, cek stabilitas harga, uji sistem transaksi, hingga penyempurnaan layanan 1 Pemprov Sumsel menargetkan Koperasi Merah Putih 3 Ilir menjadi rujukan layanan koperasi yang efisien, transparan, dan berpihak pada warga.