Nasional

IESR Dorong ASEAN Tingkatkan Kapasitas Manufaktur Teknologi Bersih

22 September 2026 11:27 WIB | Oleh Tri | 39 pembaca

Ilustrasi AI editorial: IESR Dorong ASEAN Tingkatkan Kapasitas Manufaktur Teknologi Bersih

KlikUrban.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) mengajak negara-negara di Asia Tenggara untuk memperkuat integrasi rantai pasok teknologi energi bersih. Hal ini diusulkan melalui pengembangan spesialisasi industri dan kerja sama manufaktur regional. Farid Wijaya, Manajer Riset Dekarbonisasi Sektoral IESR, menekankan pentingnya menghubungkan keunggulan sumber daya dan kapasitas manufaktur setiap negara agar kawasan ini tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk teknologi bernilai tambah tinggi.

Farid menjelaskan bahwa tanpa kebijakan industri regional yang kuat dan investasi terkoordinasi, negara-negara Asia Tenggara berisiko mengekspor bahan mentah sementara produk bernilai tambah tinggi diproduksi di luar kawasan. Ia menyoroti bahwa Indonesia dan Filipina memiliki kontribusi penting terhadap rantai pasok mineral global yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi energi bersih, namun kapasitas pengolahan mineral menjadi produk lanjutan masih terbatas.

Menurut Farid, ketergantungan pada komponen impor dapat meningkatkan risiko kenaikan biaya dan gangguan logistik. Oleh karena itu, ASEAN perlu membangun strategi spesialisasi industri dengan menyesuaikan peran setiap negara berdasarkan keunggulan dan kapasitasnya. Kerja sama ini dapat mencakup produksi mineral, komponen elektronik, peralatan listrik, teknologi baterai, hingga integrasi sistem energi bersih.

Farid juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi sirkular untuk mengantisipasi peningkatan limbah dari panel surya, baterai, dan teknologi energi bersih lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri Tier 2, menyelaraskan standar teknis dan kualitas, serta mempermudah perdagangan komponen lintas negara.

Baca Juga :  Inovasi Mahasiswa Universitas Jember: Akuaponik Pintar Berbasis IoT untuk Kepulauan