Daerah

Herman Deru dan Menko Polkam Dudung Santuni Anak Yatim di Palembang, Ajak Doa untuk Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 12:46 WIB | Oleh Tri | 40 pembaca

Herman Deru dan Menko Polkam Dudung Santuni Anak Yatim di Palembang, Ajak Doa untuk Penanganan Karhutla

KlikUrban.com – Masjid Thoriqul Jannah di Palembang menjadi saksi kebersamaan warga dengan pemimpin daerah dan pusat saat Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurrachman menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu, Kamis (15/10/2026). Agenda sosial ini terlaksana sesaat setelah keduanya melaksanakan kunjungan ke Makodim 0418 Palembang.

Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di lingkungan masjid tersebut, Dudung Abdurrachman menyampaikan bahwa sebelum acara santunan, mereka meninjau dan menindaklanjuti langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Ia mengajak anak-anak yang hadir serta jamaah untuk menyertakan doa agar seluruh upaya pengendalian karhutla berjalan lancar, sembari menekankan bahwa kondisi penanggulangan dilaporkan semakin membaik. Ajakan ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara kerja lapangan dan dukungan moral dari masyarakat tetap penting di tengah tantangan lingkungan.

Kegiatan santunan turut dihadiri jajaran pimpinan daerah dan aparat keamanan, antara lain Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, serta perwakilan instansi terkait. Kehadiran mereka memperlihatkan kolaborasi lintas lembaga yang tidak hanya menyasar aspek keamanan dan kesiapsiagaan, tetapi juga kepedulian sosial yang dekat dengan masyarakat.

Rangkaian acara di Palembang ini memperlihatkan bagaimana urusan kemanusiaan dan agenda penanganan kebencanaan dapat berjalan beriringan. Santunan kepada anak-anak yatim piatu dipandang sebagai wujud nyata kepedulian, sekaligus cara mempererat silaturahmi dan menumbuhkan harapan. Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, dukungan seperti ini kerap memberi ruang kelegaan batin dan semangat baru, terlebih ketika disampaikan langsung oleh para pemimpin yang hadir di tengah mereka.

Sumatera Selatan selama ini dikenal memiliki tantangan berulang terkait karhutla pada musim kemarau. Di banyak kesempatan, upaya pencegahan dan penanggulangan menuntut koordinasi erat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, serta masyarakat. Edukasi lapangan, pengawasan area rawan, hingga kesiapsiagaan peralatan dan personel merupakan mata rantai penting agar kebakaran tidak meluas. Dalam konteks itulah, ajakan untuk mendoakan kelancaran langkah pengendalian menjadi pengingat bahwa dukungan sosial dan kebersamaan warga dapat memperkuat kerja teknis di lapangan.

Baca Juga :  Rapat Konsolidasi PERBATI Sumsel Bahas Penguatan Kepengurusan dan Program Kerja 2026

Pelaksanaan santunan di Masjid Thoriqul Jannah berlangsung hangat. Suasana kebersamaan tercermin dari sapaan dan interaksi yang menenangkan, memperlihatkan bahwa kegiatan sosial di ruang religi kerap menjadi jembatan kepedulian. Di tempat seperti inilah solidaritas tumbuh, doa dipanjatkan, dan empati dirawat. Momentum ini juga menyiratkan bahwa pembangunan daerah tidak semata dihitung dari infrastruktur atau indikator ekonomi, namun juga dari kemampuan merangkul yang rentan dan memastikan mereka tidak tertinggal.

Usai rangkaian kunjungan ke Makodim 0418 Palembang, agenda sosial di masjid menegaskan keseimbangan antara kerja pengamanan dan pelayanan publik. Kehadiran pimpinan wilayah bersama pejabat keamanan menunjukkan tekad bersama mengawal stabilitas, sembari merawat kepedulian terhadap warga—utamanya anak-anak yang membutuhkan dukungan. Ini sekaligus menyampaikan pesan bahwa penguatan ketahanan sosial menjadi fondasi penting saat daerah menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersifat lingkungan maupun sosial.

Di kesempatan itu, harapan agar kondisi penanggulangan karhutla kian membaik disandingkan dengan seruan untuk menjaga tali persaudaraan. Kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu diharapkan tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan berlanjut dalam bentuk dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak: pemerintah, komunitas, lembaga keagamaan, dunia usaha, hingga relawan. Kolaborasi tersebut berperan memastikan anak-anak memiliki akses yang lebih baik pada pendidikan, kesehatan, serta pendampingan psikososial.

Pada akhirnya, jawaban atas tantangan daerah—mulai dari kebencanaan hingga kerentanan sosial—sering kali ditemukan dalam sinergi. Palembang menjadi panggung kolaborasi itu , ketika kepedulian dirajut di Masjid Thoriqul Jannah, koordinasi kerja disokong di Makodim 0418, dan doa dipanjatkan bersama untuk keselamatan lingkungan Sumatera Selatan. Dari sini, pesan yang mengemuka bukan sekadar belas kasih, melainkan komitmen menjaga kehidupan yang lebih aman, sehat, dan penuh harapan.

Baca Juga :  Herman Deru Minta Alumni DREGS 2006 Jadikan 20 Tahun Pengabdian sebagai Teladan untuk Memerangi Narkoba

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kegiatan serupa terus menumbuhkan empati, menghadirkan kasih sayang, dan membuka lebih banyak ruang dukungan agar anak-anak yatim piatu merasakan perhatian yang layak. Dengan kebersamaan, upaya pengendalian karhutla dan penguatan jaring pengaman sosial diharapkan berjalan beriringan, memberi manfaat nyata bagi masyarakat.