Daerah

Herman Deru Bagikan Perjalanan dan Tips 3K untuk Membina Pengusaha Muda di Palembang

26 Juli 2026 12:17 WIB | Oleh Silvi Yuliyah | 51 pembaca

Klikurban.com — Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menyampaikan kisah perjalanan hidupnya dan prinsip praktis berbisnis yang disebutkan sebagai ‘3K’ kepada peserta Bincang Santai Sultan Muda di Pempek Mama Musi A. Rivai, Jumat sore. Dalam pertemuan yang dihadiri calon pengusaha muda dan pelaku UMKM, Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan bisnis membutuhkan konsistensi, konsekuensi, dan kecepatan.

Siapa: Gubernur Herman Deru. Apa: membagikan pengalaman pribadi dan memberi panduan 3K untuk pengusaha muda. Kapan: Jumat, 24 Juli 2026, sore. Di mana: acara Bincang Santai Sultan Muda, Pempek Mama Musi A. Rivai, Palembang. Mengapa: untuk menginspirasi calon wirausahawan dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan. Bagaimana: melalui cerita perjalanan usaha sejak muda dan paparan strategi pemerintah provinsi.

Herman Deru menceritakan bahwa perjalanan usahanya tidak instan. Menurutnya, pada usia 35 tahun ia sudah memiliki lima SPBU. Sebelumnya ia pernah berjualan jagung, mengangkut dan menawarkan jagung ke berbagai lokasi, serta mengerjakan pembersihan sasis mobil dan memiliki ratusan dump truck pada fase lain dalam perjalanan bisnisnya. Ia juga menyebut ikut terlibat dalam pembangunan fasilitas infrastruktur seperti Runway Bandara SMB II dan jalan Tol Cipularang, sebagaimana dipaparkan dalam pertemuan tersebut.

“Orang lihatnya sekarang sukses. Tapi orang tidak tahu dulu sebelum itu saya pernah jual jagung, bawa jagung kemana-mana… Pernah juga bersihkan sasis mobil sampai punya ratusan dump truck. Maaf ya maaf sekali ini bukannya sombong tapi ini supaya menginspirasi,” kata Herman Deru, sebagaimana disampaikan pada acara.

Inti pesan yang ditekankan gubernur adalah prinsip 3K: konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Ia menjelaskan bahwa memulai usaha merupakan tahap awal, namun mempertahankan dan mengembangkan usaha bergantung pada kemampuan pemilik bisnis untuk memegang komitmen, menjaga reputasi usaha, serta cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi.

Baca Juga :  TNI Kerahkan Delapan Helikopter untuk Distribusikan Bantuan ke Puncak Papua

Herman Deru memberi catatan praktis: konsistensi bertumpu pada rutinitas dan arah usaha; konsekuensi berarti menanggung dampak keputusan dan menjaga reputasi organisasi atau usaha; sementara kecepatan menuntut kemampuan merespons perubahan pasar dan inovasi agar tetap relevan dan kompetitif. Pesan ini ditujukan kepada pelaku UMKM dan calon wirausahawan yang hadir agar tidak hanya bisa memulai usaha, tetapi juga menumbuhkannya secara berkelanjutan.

Dalam forum yang sama, ia memberikan apresiasi kepada komunitas Sultan Muda yang dianggapnya sebagai wadah pembinaan pengusaha muda di Sumatera Selatan. Herman Deru berharap organisasi tersebut dapat terus memperbesar kontribusinya dalam mencetak wirausahawan baru yang tangguh dan mampu bersaing.

Lebih jauh, Gubernur memaparkan tiga langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan: pertama, meningkatkan keterampilan calon pengusaha lewat berbagai program pelatihan dan pembentukan lembaga coaching clinic; kedua, membuka akses permodalan dengan menawarkan berbagai skema pembiayaan sesuai kebutuhan usaha; ketiga, memperluas akses pasar, salah satunya melalui pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang menurutnya berjalan sesuai jadwal dan diharapkan membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha lokal.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kewirausahaan, Herman Deru optimistis Sumatera Selatan akan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang menciptakan lapangan kerja dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.