Ekonomi Bisnis

Akademisi Universitas Indonesia: Transisi Energi Berkelanjutan Tidak Butuh Pemadaman Paksa PLTU Muda

23 Juli 2026 23:31 WIB | Oleh Tri | 61 pembaca

KlikUrban.com – Guru Besar dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Rinaldy Dalimi, mengemukakan bahwa transisi ke energi terbarukan yang berkelanjutan tidak harus dilakukan dengan memaksa penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masih muda. Menurutnya, pendekatan yang lebih bijak diperlukan agar transisi ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien tanpa mengganggu pasokan listrik dan ekonomi nasional.

Transisi Energi yang Terukur

Prof. Rinaldy menjelaskan bahwa meskipun dorongan untuk beralih ke energi terbarukan sangat kuat, terutama dalam menghadapi perubahan iklim global, penting untuk tidak terburu-buru menghentikan operasi PLTU yang usianya relatif masih baru. “PLTU yang masih dalam kondisi operasional yang baik tidak harus dipaksakan untuk dimatikan. Kita harus mempertimbangkan dampak ekonomis dan teknis,” ujarnya.

Pertimbangan Ekonomi dan Lingkungan

Ia menambahkan bahwa setiap langkah dalam transisi energi harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, faktor ekonomi, dan dampak lingkungan. Selain itu, Rinaldy berpendapat bahwa dalam kebijakan transisi energi, usia dan efisiensi dari masing-masing PLTU perlu menjadi pertimbangan penting.

Strategi Bertahap untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan

Lebih lanjut, Rinaldy menyarankan agar strategi transisi energi dilakukan secara bertahap. Ini mencakup investasi secara tertarget dan pengembangan infrastruktur untuk sumber energi yang lebih bersih seperti tenaga surya dan angin. “Transisi energi harus menjadi proses yang bertanggung jawab, disertai perencanaan yang matang, sehingga dapat meningkatkan kontribusi energi terbarukan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan ketidakstabilan,” tegasnya.

Pendekatan akademis dan kebijakan pragmatis mengenai penggunaan PLTU dalam transisi energi ini menjadi diskusi yang esensial dalam forum-forum energi nasional, seiring dengan tekanan global menuju dekarbonisasi. Walau demikian, setiap langkah yang diambil diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kebutuhan dan kemakmuran energi di Indonesia.

Baca Juga :  SPKLU Center Pertama di Sumatera Resmi Beroperasi di PLN ULP Rivai Palembang, Diresmikan Gubernur Herman Deru