PERBATI Sumsel Perkuat Pembinaan Tinju, 250 Atlet dari Enam Provinsi Berlaga di Palembang
KlikUrban.com – Upaya mengembangkan potensi atlet tinju di Sumatera Selatan terus dilakukan melalui kompetisi terbuka yang melibatkan petinju dari berbagai daerah. Persatuan Tinju Indonesia (PERBATI) Sumatera Selatan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju 2026 di Aula SMK Negeri 2 Palembang pada 9–11 Oktober 2026, dengan diikuti sekitar 250 petinju dari enam provinsi.
Kejuaraan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga tinju di Sumatera Selatan. Selain memberikan kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan di atas ring, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PERBATI Sumsel periode 2026–2030.
Peserta yang mengikuti kejuaraan berasal dari Sumatera Selatan, Maluku, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Banten. Pertandingan mencakup kategori Youth U19 dan Elite, baik putra maupun putri, dengan sejumlah kelas berat.
Ketua Umum PERBATI Sumsel, Fajar Febriansyah, S.T., M.I.Kom., mengatakan penyelenggaraan kejuaraan merupakan bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.
Menurutnya, kompetisi yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat membantu atlet mengembangkan kemampuan teknik, mental, dan kesiapan menghadapi pertandingan pada level yang lebih tinggi.
Fajar juga menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu alasan jumlah atlet dibatasi agar pelaksanaan pertandingan tetap tertib dan terkoordinasi.
Dorong Potensi Petinju Muda
Dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju turut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, S.H., yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi penampilan para petinju muda dan menilai bakat yang dimiliki atlet usia dini perlu mendapatkan perhatian melalui latihan rutin serta pembinaan yang terarah.
Potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi yang mampu membawa nama Sumatera Selatan dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran atlet dari berbagai provinsi juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman bertanding dengan lawan yang memiliki karakter dan kemampuan berbeda.
Pengurus Baru Siapkan Program Pembinaan Berkelanjutan
Pelantikan pengurus PERBATI Sumsel periode 2026–2030 dipimpin oleh Dewan Pembina PERBATI, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.M., M.H. Sementara itu, Ketua Umum PERBATI Pusat, Ray Zulham Farras Nugraha, menyampaikan pesan melalui tayangan videotron.
Kepengurusan baru dipimpin Fajar Febriansyah sebagai Ketua Umum, didampingi Ihsan Fajri sebagai Ketua Harian, Kuanto sebagai Sekretaris, dan Ferdian T. sebagai Bendahara.
Melalui kepengurusan tersebut, PERBATI Sumsel diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan hingga ke kabupaten dan kota. Penyelenggaraan kompetisi secara rutin menjadi salah satu langkah untuk menjaring atlet potensial dan mempersiapkan mereka mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi.
Target jangka panjangnya adalah melahirkan petinju yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, termasuk membuka peluang menuju ajang olahraga bergengsi seperti Asian Games dan Olimpiade.
Tetap Perhatikan Kesehatan di Tengah Kabut Asap
Kejuaraan tahun ini berlangsung ketika Palembang menghadapi kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi penyelenggara, atlet, maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Fajar mengingatkan peserta dan penonton untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, menggunakan masker ketika diperlukan, serta memantau kualitas udara selama kegiatan berlangsung.
Di tengah kondisi lingkungan tersebut, penyelenggaraan Kejurprov Tinju PERBATI Sumsel 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan antaratlet dari berbagai daerah.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan masyarakat, PERBATI Sumsel berupaya membangun pembinaan tinju yang berkesinambungan agar semakin banyak atlet daerah memiliki kesempatan berkembang dan meraih prestasi.