Daerah

Sumsel Uji Teknologi Cairan Pemadam Asal Brasil, Herman Deru Tinjau Karhutla di Banyuasin

11 Oktober 2026 12:40 WIB | Oleh Tri | 25 pembaca

Sumsel Uji Teknologi Cairan Pemadam Asal Brasil, Herman Deru Tinjau Karhutla di Banyuasin

KlikUrban.com – Upaya penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan melaju dengan pendekatan teknologi. Di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang meninjau langsung lokasi karhutla seraya memantau rencana demonstrasi cairan pemadam khusus yang diperkenalkan tim dari Brasil bersama tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jumat (09/10/2026).

Rombongan pemerintah daerah dan pusat mengagendakan demonstrasi lapangan untuk melihat cara aplikasi cairan pemadam, termasuk kesiapan peralatan, skenario penyemprotan, hingga potensi penerapannya di lahan yang rentan terbakar. Pendekatan ini diharapkan memberi alternatif pengendalian api, khususnya pada area yang sulit dijangkau metode konvensional.

Selain jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, hadir pula Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polhukam RI, Brigjen Mar Kresno Pratowo. Perwakilan Kemenko Polhukam memaparkan bahwa tujuan kehadiran tim Bappenas dan tim dari Brasil adalah mendemonstrasikan penggunaan cairan khusus untuk penanganan kebakaran, sembari mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan di lapangan.

Lokasi peninjauan berada di wilayah Tanjung Lago, Banyuasin, kawasan yang tengah mengalami karhutla. Rangkaian agenda tak hanya berfokus pada observasi teknis, tetapi juga menyertakan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah atas kondisi darurat di lapangan.

Karhutla menuntut kecepatan respons dan keandalan metode pemadaman. Dalam praktik umum, penanganan kerap menghadapi tantangan, baik karena karakteristik vegetasi dan lahan, angin yang berubah-ubah, maupun akses yang terbatas. Pada situasi seperti itu, solusi tambahan seperti cairan pemadam khusus dinilai berpotensi memperkuat operasi pemadaman. Secara umum, bahan pemadam cair kerap dirancang untuk meningkatkan daya lekat pada permukaan bahan bakar agar api lebih cepat terputus dari sumbernya, sekaligus menghambat penyalaan ulang. Validasi lapangan dibutuhkan untuk menguji efektivitas, efisiensi, serta dampak lingkungannya.

Baca Juga :  Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Laga Soeratin Cup U-17 PS Seluma vs Lahat FC di Palembang

Setelah tahapan demonstrasi dan evaluasi awal, masukan teknis di lapangan dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut lintas kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah. Setiap opsi penerapan akan mempertimbangkan standar keselamatan kerja, prosedur operasional baku, dan kesesuaian dengan regulasi lingkungan.

Di lokasi terdampak, penyerahan bantuan kepada warga menjadi wujud kehadiran pemerintah. Dalam penanganan karhutla secara umum, kerja kolaboratif diperlukan—mulai dari pencegahan, deteksi dini, sampai pemadaman dan pemulihan pascakebakaran. Edukasi warga, kesiapsiagaan aparat, dan koordinasi lintas sektor biasanya berjalan beriringan dengan inovasi teknis di lapangan, sehingga operasi lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Peninjauan ini juga menandai keterbukaan Sumatera Selatan terhadap kemitraan internasional yang relevan. Kolaborasi dengan tim dari Brasil bersama Bappenas memperluas alternatif solusi berbasis sains sekaligus membuka peluang transfer pengetahuan. Dengan pendekatan yang terukur, inovasi dapat diharmonisasikan dengan pengalaman lokal, termasuk kearifan praktik lapangan yang selama ini dilakukan oleh para pemadam dan relawan.

Dari sisi kebijakan, penguatan penanganan karhutla memerlukan pengambilan keputusan berbasis data dan hasil uji yang transparan. Demonstrasi cairan pemadam khusus memberi ruang untuk menilai parameter penting, seperti kemudahan aplikasi, kebutuhan logistik, interoperabilitas dengan peralatan yang tersedia, dan tata kelola distribusinya. Penilaian terhadap potensi dampak lingkungan juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses uji, guna memastikan keselamatan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Di Banyuasin, rombongan pemerintah provinsi bersama kementerian/lembaga terkait menekankan pentingnya respons yang cepat sekaligus terukur. Bantuan untuk warga terdampak diupayakan hadir bersamaan dengan penguatan operasi pemadaman. Dengan rencana demonstrasi cairan pemadam khusus, para pemangku kepentingan berharap ada peningkatan daya tanggap di area yang sulit ditangani secara manual, tanpa mengesampingkan sinergi dengan metode lain yang sudah berjalan.

Baca Juga :  60 Finalis Duta Jurnalis Sumsel 2026 Ikuti Bootcamp & Workshop, Perdalam Kompetensi Jurnalistik

Ke depan, tahapan implementasi teknologi apa pun akan mengikuti hasil evaluasi di lapangan. Jika mencapai standar yang diharapkan, alternatif ini bisa menambah amunisi penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Namun, keputusan penerapan luas akan bertumpu pada bukti efektivitas, efisiensi biaya, kesiapan sumber daya, dan kesesuaian lingkungan. Di sinilah arti penting koordinasi berlapis antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, mitra internasional, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan di Tanjung Lago memperlihatkan dua sisi penting penanganan karhutla: kedaruratan yang memerlukan aksi cepat, sekaligus kebutuhan jangka panjang akan inovasi yang teruji. Dengan dukungan lintas pihak dan langkah yang hati-hati, Sumatera Selatan menapaki jalur penguatan kapasitas, agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat, lebih aman, dan lebih efektif.