Rencana Revitalisasi Benteng Kuto Besak oleh Kementerian Kebudayaan
KlikUrban.com – Kementerian Kebudayaan berencana melakukan revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah. Rencana tersebut dibahas setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung kondisi benteng dan melakukan pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang.
Revitalisasi Benteng Kuto Besak ditargetkan mulai dilakukan pada 2026 secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan penanganan Bastion 1 yang menjadi salah satu bagian penting dari struktur benteng.
Fadli Zon menekankan bahwa proses revitalisasi perlu didukung dengan kajian dan studi yang tepat. Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar proses perbaikan tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tetap memperhatikan nilai sejarah, arsitektur, serta karakter asli Benteng Kuto Besak sebagai salah satu peninggalan penting di Kota Palembang.
Benteng Kuto Besak sendiri memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi Palembang. Benteng tersebut dibangun pada 1797 pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin. Keberadaan bangunan bersejarah ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam sekaligus salah satu identitas budaya Kota Palembang.
Atas nilai sejarah tersebut, Kementerian Kebudayaan juga berencana mengusulkan Benteng Kuto Besak sebagai cagar budaya nasional. Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian benteng sehingga keberadaannya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan dukungannya terhadap rencana revitalisasi tersebut. Pemerintah Kota Palembang juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk membantu proses perbaikan sejumlah bagian benteng, termasuk bastion.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat upaya perbaikan dan pemeliharaan kawasan bersejarah. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketentuan dan prinsip pelestarian cagar budaya.
Revitalisasi tidak hanya diarahkan pada Benteng Kuto Besak. Kementerian Kebudayaan juga berencana menyasar sejumlah objek kebudayaan lainnya di Kota Palembang, di antaranya Museum Sultan Badaruddin II dan Museum Sriwijaya.
Upaya revitalisasi sejumlah situs dan museum tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebudayaan di Palembang. Selain menjaga peninggalan sejarah, pengembangan kawasan budaya juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sejarah dan memberikan ruang edukasi bagi masyarakat.
Dengan revitalisasi yang dilakukan secara bertahap dan berdasarkan kajian yang tepat, Benteng Kuto Besak diharapkan dapat terus terjaga sebagai salah satu simbol sejarah dan kebudayaan Kota Palembang, sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pelestarian warisan budaya Indonesia.