Daerah

Dulmuluk Hidupkan Malam di PIT PERDICI: Apresiasi Budaya dari Dokter ICU se-Indonesia

12 September 2026 07:34 WIB | Oleh Tri | 93 pembaca

Dokter ICU Indonesia tampil dalam teater Dulmuluk di Palembang.

KlikUrban.com – Dalam suasana malam yang berbeda, Griya Agung Palembang menjadi saksi sebuah pergelaran budaya yang menarik perhatian. Ratusan dokter dari seluruh Indonesia, yang sehari-harinya bertugas di ruang perawatan intensif (ICU), bertransformasi menjadi seniman di panggung teater. Acara ini bagian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Edward Candra, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya. Dalam sambutan, ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini, dengan menyoroti bagaimana seni dan budaya dapat hidup berdampingan dengan dunia medis. “Pementasan Dulmuluk ini adalah bukti bahwa budaya Sumatera Selatan tetap hidup dan dicintai oleh berbagai kalangan, termasuk para dokter kita,” ujar Edward Candra.

Pementasan Dulmuluk, yang merupakan teater khas Sumatera Selatan, menjadi daya tarik utama malam itu. Ini diperankan langsung oleh para dokter dari PERDICI, menunjukkan bahwa pengabdian mereka tidak hanya terbatas di bidang medis, tetapi juga dalam melestarikan budaya. Menurut Edward, acara seperti ini sangat penting karena selaras dengan nilai historis Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Edward mengingatkan bahwa pertemuan ilmiah seperti ini juga bisa menjadi sarana untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya lokal. Ia mengajak para peserta untuk mengeksplorasi sejarah dan kebudayaan selama mereka berada di Palembang. Ternyata, kota ini bukan hanya sekadar tuan rumah bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga gudang kebudayaan yang kaya.

Hadir pula dalam acara itu Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumsel, Hj. Ratu Tenny Leriva, yang memberikan dukungannya terhadap pelestarian budaya ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi dari semua lapisan masyarakat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan warisan leluhur. “Semangat menjaga budaya harus terus dipupuk,” tambah Edward, menutup acara dengan harapan besar.

Baca Juga :  Kemenag Siapkan Materi Pendidikan untuk Cegah Penyebaran Budaya LGBTQ

Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi simbol sinergi antara sains dan budaya, antara ilmu pengetahuan dan seni. Pertemuan yang mengesankan ini berhasil menginspirasi banyak orang, dan menegaskan bahwa budaya lokal harus terus diperjuangkan dan dihargai oleh generasi berikutnya.