Nasional

Dies Natalis ke-44, Polsri Perkuat Komitmen Bangun Green Campus Menuju Indonesia Emas 2045

01 September 2026 17:24 WIB | Oleh Tri | 141 pembaca

Dies Natalis ke-44, Polsri Perkuat Komitmen Bangun Green Campus Menuju Indonesia Emas 2045

KlikUrban.com — Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan vokasi yang berkelanjutan melalui peringatan Dies Natalis ke-44. Mengangkat tema “Green Campus, Bright Future”, rangkaian Dies Natalis resmi dibuka melalui Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya, Selasa (1/9/2026).

Sidang Senat Terbuka tersebut mengusung agenda utama berupa orasi ilmiah bertajuk “Green Campus, Bright Future: Transformasi Riset Terapan Pengelolaan Sampah Padat Menuju Ekosistem Kampus Hijau Berkelanjutan” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc., Founder of School of Waste Management (SWAM).

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. H. Panji Cahyanto, S.Hut., M.Si. Kehadiran unsur pemerintah bersama mitra Polsri dari kalangan industri, dunia usaha, dan pemerintahan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi, dunia kerja, dan pemerintah.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut juga menunjukkan semakin luasnya jejaring kerja sama Polsri dalam menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi lulusan, Polsri juga terus mendorong kontribusi akademik dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan dunia usaha menjadi semakin penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, Polsri berupaya menghasilkan pendidikan, penelitian, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Orasi ilmiah Prof. Arief Sabdo Yuwono menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap isu lingkungan. Riset terapan, inovasi teknologi, serta penerapan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan kampus menjadi bagian dari langkah yang dapat dikembangkan untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih ramah lingkungan.

44 Tahun Perjalanan dan Transformasi Polsri

Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan 44 tahun Polsri merupakan proses panjang yang diwarnai berbagai dinamika, perkembangan, dan transformasi dalam merespons kebutuhan masyarakat serta perubahan dunia industri.

“Dalam 44 tahun perjalanan yang penuh dinamika ini, Polsri telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang terus tumbuh dan bertransformasi. Capaian hari ini menjadi pijakan kita bersama untuk melangkah lebih jauh, dari 44 tahun menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ir. Irawan Rusnadi, M.T.

Baca Juga :  Kiandra Ramadhipa Raih Posisi Kedua di Balapan Pertama Aragon

Ia menilai tema “Green Campus, Bright Future” bukan sekadar tema seremonial Dies Natalis, melainkan menggambarkan arah pengembangan Polsri ke depan. Konsep tersebut mencakup upaya menciptakan lingkungan kampus yang peduli terhadap kelestarian alam sekaligus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, penerapan konsep kampus hijau sangat sesuai dengan karakter pendidikan vokasi yang mengutamakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan nyata. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan kampus tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari budaya akademik, inovasi, serta pengembangan riset terapan.

Perubahan Harus Dimulai dari Kampus

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc., menekankan bahwa masa depan yang lebih baik membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya gagasan dan wacana. Menurutnya, sivitas akademika memiliki peran penting dalam mendorong perubahan tersebut.

“Masa depan yang cerah (Bright Future) tidak akan pernah terwujud hanya dengan impian pasif atau pidato yang memukau. Masa depan yang cerah dibangun di atas tanah yang bersih, air yang jernih, udara yang sehat, dan komitmen insan akademis yang bertindak nyata,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika Polsri menjadikan Dies Natalis ke-44 sebagai momentum untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam memperlakukan sampah. Pengelolaan sampah, kata dia, harus dimulai dari sumbernya dan menjadi tanggung jawab seluruh individu.

“Di momentum peringatan Dies Natalis ke-44 Politeknik Negeri Sriwijaya ini, mari kita bulatkan tekad bersama: Hentikan wacana! Mari kita pilah dan olah sampah kita sendiri sejak hari ini, dari diri kita sendiri, dari rumah kita, dan dari kampus tercinta Politeknik Negeri Sriwijaya,” katanya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan kampus hijau membutuhkan keterlibatan seluruh warga kampus. Pemilahan sampah sejak dari sumber, pengolahan, pemanfaatan kembali material, hingga pengembangan teknologi pengelolaan sampah menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  BYD Siapkan Sedan Mewah Baru untuk Saingi Rolls-Royce Phantom

Polsri Dorong Kampus sebagai Living Laboratory

Transformasi menuju green campus juga memberikan peluang bagi Polsri untuk memperluas pengembangan riset terapan. Kompetensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang praktis, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan lingkungan.

Dalam konsep tersebut, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai living laboratory atau laboratorium hidup untuk menguji dan menerapkan berbagai inovasi teknologi hijau serta sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Berbagai persoalan lingkungan yang ditemukan di kawasan kampus dapat dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran sekaligus penelitian. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berakhir dalam bentuk publikasi akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menatap Masa Depan dari 44 Tahun Perjalanan

Dies Natalis ke-44 menjadi kesempatan bagi Polsri untuk melihat kembali perjalanan panjang institusi sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi tantangan di masa mendatang. Selama lebih dari empat dekade, Polsri terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat riset terapan, mengembangkan inovasi, serta memperluas kontribusinya kepada masyarakat.

Melalui tema “Green Campus, Bright Future”, Polsri menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari kualitas lulusan maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berkelanjutan, dan memiliki kepedulian terhadap generasi mendatang.

Di bawah kepemimpinan Ir. Irawan Rusnadi, M.T., Polsri terus diarahkan menjadi institusi vokasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, memperkuat hubungan dengan industri, dunia usaha, dan pemerintah, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan dan Indonesia.

Peringatan Dies Natalis ke-44 menjadi penanda bahwa perjalanan Polsri masih terus berlanjut. Empat puluh empat tahun perjalanan menjadi modal untuk melangkah lebih jauh melalui penguatan pendidikan vokasi, pengembangan inovasi, perluasan kolaborasi, serta pembangunan lingkungan kampus yang semakin hijau dan berkelanjutan.

Green Campus hari ini, Bright Future untuk Indonesia di masa depan.