Pendidikan

Pemerintah Gunung Mas Batasi Jam Belajar di Sekolah Akibat Kabut Asap

29 Agustus 2026 16:42 WIB | Oleh Tri | 91 pembaca

Pemerintah Gunung Mas Batasi Jam Belajar di Sekolah Akibat Kabut Asap

KlikUrban.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, mengambil langkah pengurangan jam belajar mengajar di sekolah-sekolah akibat kabut asap yang semakin tebal menyelimuti wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi udara yang semakin memburuk dan berpotensi mengancam kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan laporan dari berbagai lembaga terkait yang mengawasi kualitas udara di daerah itu. “Kami sangat mengkhawatirkan dampak kabut asap terhadap kesehatan anak-anak dan tenaga pengajar di sekolah. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengurangi jam belajar hingga situasi membaik,” ujar Jaya Samaya Monong.

Pengurangan Jam Belajar Mengajar

Dengan kondisi yang ada, jam belajar mengajar di sekolah akan dipangkas sekitar dua jam dari jadwal biasanya. Ini dilakukan agar para siswa dapat segera kembali ke rumah dan mengurangi paparan langsung terhadap polusi udara yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah dasar dan menengah di kabupaten tersebut.

Pemerintah Daerah juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk menyesuaikan kurikulum serta memastikan bahwa pengurangan jam belajar tidak akan berimbas signifikan terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa.

Tindakan Pencegahan Lainnya

Selain pengurangan jam sekolah, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga menghimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah. Himbauan ini ditekankan kepada orang tua agar dapat menjaga anak-anak mereka tetap di dalam rumah, khususnya pada pagi hari ketika kabut asap terasa lebih tebal.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, konsentrasi polutan udara di daerah ini telah mencapai tingkat yang berbahaya, menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa wilayah Kalimantan.

Baca Juga :  Sumsel Luncurkan Teknologi Dry Ice; Dudung: Penanganan Karhutla Harus Cepat, Tegas, Presisi

Upaya Mengatasi Kabut Asap

Bupati Jaya Samaya Monong juga menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya bersama dengan instansi terkait untuk memadamkan titik-titik api yang masih aktif agar kabut asap dapat segera berkurang. “Kami berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah ini demi kesehatan dan keamanan kita bersama,” pungkas Bupati Gunung Mas.

Situasi ini juga menjadi perhatian nasional, di mana pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan baik berupa teknologi pemadam kebakaran maupun personel untuk membantu penyelesaian masalah karhutla yang sedang terjadi.