Artikel

Komunitas MeshNode Sumsel Kembangkan Komunikasi Tanpa Internet Berbasis LoRa dan Meshtastic

08 Juni 2026 19:33 WIB | Oleh Ferdian Tiranda | 91 pembaca

PALEMBANG, KlikUrban.com – Di tengah ketergantungan masyarakat terhadap jaringan internet dan operator seluler, sebuah gerakan teknologi berbasis komunitas mulai berkembang di Indonesia. Melalui pemanfaatan teknologi LoRa (Long Range Radio) dan platform Meshtastic, para pegiat teknologi membangun jaringan komunikasi mandiri yang mampu beroperasi tanpa internet maupun sinyal seluler.

Gerakan ini dikenal melalui komunitas MeshNode Indonesia yang saat ini terus memperluas jaringan komunikasi mesh di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan.

Teknologi LoRa memungkinkan pengiriman pesan teks, koordinat GPS, dan data sederhana lainnya melalui gelombang radio berdaya rendah dengan jangkauan yang dapat mencapai beberapa kilometer hingga puluhan kilometer, tergantung kondisi geografis dan infrastruktur pendukung.

Berbeda dengan aplikasi perpesanan konvensional yang membutuhkan koneksi internet, sistem komunikasi Meshtastic bekerja menggunakan konsep mesh network. Setiap perangkat yang terhubung dapat berfungsi sebagai pengguna sekaligus repeater yang meneruskan pesan ke perangkat lain, sehingga membentuk jaringan komunikasi yang terdesentralisasi dan tidak bergantung pada server pusat.

Pada MeshNode / Meshtastic

LoRa digunakan sebagai jaringan data.

Fungsinya:

  • Kirim pesan teks
  • Share lokasi GPS
  • Sensor IoT
  • Komunikasi darurat

Data yang dikirim:

  • Chat
  • Koordinat GPS
  • Telemetri sederhana

Latensinya jauh lebih tinggi dibanding sistem kontrol drone.

Menurut para pegiat teknologi jaringan mesh, konsep ini sangat potensial digunakan sebagai sarana komunikasi cadangan saat terjadi gangguan jaringan telekomunikasi, bencana alam, maupun untuk kebutuhan komunikasi di daerah terpencil dan blank spot.

Di Sumatera Selatan, sejumlah anggota komunitas telah mulai membangun dan mengembangkan jaringan node berbasis LoRa yang terhubung melalui saluran komunikasi MeshNode Sumsel. Komunitas ini menjadi wadah bagi masyarakat, relawan kebencanaan, pegiat radio, pengembang teknologi, hingga penggemar kegiatan alam terbuka yang tertarik mempelajari dan mengembangkan teknologi komunikasi off-grid.

Baca Juga :  Deklarasi SPMB Bersih, Pemkot Palembang Pastikan Penerimaan Siswa Transparan

Selain menjadi sarana edukasi, komunitas MeshNode Sumsel juga aktif berbagi pengalaman pemasangan node, pengujian jangkauan sinyal, konfigurasi perangkat Meshtastic, serta pengembangan jaringan komunikasi komunitas yang dapat dimanfaatkan saat kondisi darurat.

Potensi pemanfaatan teknologi ini dinilai cukup besar di Sumatera Selatan yang memiliki wilayah perkebunan luas, daerah perairan, kawasan pedesaan, hingga sejumlah lokasi yang masih mengalami keterbatasan akses telekomunikasi.

Beberapa penggunaan yang dapat dikembangkan antara lain untuk komunikasi relawan kebencanaan, koordinasi lapangan, pemantauan lingkungan, kegiatan ekspedisi, komunikasi komunitas, hingga sebagai sistem komunikasi darurat ketika jaringan operator mengalami gangguan.

Menariknya, biaya pembangunan jaringan LoRa Mesh relatif terjangkau karena hanya memerlukan perangkat radio LoRa, antena, sumber daya listrik, dan aplikasi pendukung yang sebagian besar bersifat open source.

Seiring bertambahnya jumlah node dan pengguna, jaringan komunikasi mesh diharapkan dapat berkembang menjadi infrastruktur komunikasi komunitas yang mandiri, tangguh, dan mampu mendukung ketahanan komunikasi masyarakat Indonesia.

Masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh teknologi LoRa dan Meshtastic serta bergabung dalam pengembangan jaringan komunikasi off-grid di Sumatera Selatan dapat mengikuti informasi dan diskusi melalui saluran WhatsApp komunitas MeshNode Sumsel yang saat ini menjadi pusat koordinasi pengembangan jaringan mesh di wilayah Sumatera Selatan. (Frd)