Artikel

Cegah Jajanan Berbahaya, Dosen dan Mahasiswa Polsri Edukasi Siswa MIN 2 Palembang Deteksi Boraks pada Makanan

04 Agustus 2026 14:10 WIB | Oleh Tri | 128 pembaca

Cegah Jajanan Berbahaya, Dosen dan Mahasiswa Polsri Edukasi Siswa MIN 2 Palembang Deteksi Boraks pada Makanan

KlikUrban.com – Upaya meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap keamanan pangan terus dilakukan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kerja Sama Dosen dan Mahasiswa (Kerdosma), tim dosen dan mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang mengenai bahaya kontaminasi pangan, khususnya penggunaan boraks pada jajanan yang beredar di lingkungan sekolah.

Kegiatan bertajuk “Implementasi Hazard Analysis terhadap Kontaminasi Pangan sebagai Upaya Preventif Pencegahan Foodborne Disease pada Siswa Tingkat Madrasah” ini didanai melalui DIPA Polsri dalam Program PNBP Kerdosma Tahun 2026. Program tersebut bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai keamanan pangan sejak usia dini agar lebih bijak dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

Dalam penyampaian materi, tim pengabdian mengenalkan konsep hazard analysis atau analisis bahaya pangan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami. Para siswa diperkenalkan pada tiga jenis potensi bahaya yang dapat mencemari makanan, yakni bahaya biologis yang berasal dari bakteri atau mikroorganisme penyebab penyakit, bahaya kimia seperti penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya, serta bahaya fisik berupa benda asing yang dapat tercampur ke dalam makanan.

Suasana semakin antusias saat memasuki sesi praktik pengujian kandungan boraks menggunakan turmeric paper atau kertas kunyit. Berbagai sampel jajanan yang umum dijual di sekitar sekolah, seperti bakso, tahu, sosis, dan mi basah, diuji secara langsung di hadapan para siswa.

Perubahan warna pada kertas kunyit menjadi merah kecokelatan menjadi indikator adanya kandungan boraks dalam sampel makanan. Demonstrasi tersebut memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk mengenali salah satu metode sederhana dalam mendeteksi bahan kimia berbahaya pada pangan.

Ketua pelaksana kegiatan, Ira Gusti Riani, S.TP., M.Si., mengungkapkan bahwa hasil pengujian menunjukkan masih ditemukan beberapa sampel jajanan yang positif mengandung boraks. Menurutnya, temuan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi para siswa agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Baca Juga :  Wamendikti Dorong Inovasi Vaksin Melalui Skemagrant Call

“Beberapa sampel jajanan yang diuji terbukti mengandung boraks. Hal ini menjadi pengingat bahwa makanan yang tampak menarik belum tentu aman bagi kesehatan, sehingga anak-anak perlu memiliki pengetahuan untuk memilih jajanan yang lebih aman,” ujarnya.

Selain penyampaian materi dan praktik pengujian, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta mengamati langsung proses identifikasi bahaya pangan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kebiasaan memilih makanan yang lebih sehat.

Diskusi interaktif dengan siswa peserta kegiatan

Wali Kelas VA MIN 2 Palembang, Khoirani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya keamanan pangan sehingga mereka mampu menjadi lebih kritis dalam memilih jajanan sekaligus menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Sriwijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah dasar diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya membangun budaya sadar keamanan pangan sejak usia dini serta mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan peduli terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi.