Edukasi

Pengaruh Stres dan Kelelahan terhadap Keluhan Penyakit Jantung yang Memprihatinkan

23 Juli 2026 23:25 WIB | Oleh Tri | 54 pembaca

KlikUrban.com – Hubungan antara stres dan kelelahan dengan kesehatan jantung semakin mendapatkan perhatian medis di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Dr. dr. Iwan Dakota, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah terkemuka dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), mengungkapkan bahwa stres tingkat tinggi dan kelelahan kronis dapat memperburuk kondisi pasien yang menderita penyakit jantung.

Menurut Dr. Iwan Dakota, beban emosional yang berlebih akibat stres dapat memicu serangan jantung dan mempercepat penurunan kesehatan kardiovaskular. Hal ini terjadi karena stres merangsang pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, mengurangi aliran darah ke otot jantung, serta mengganggu irama jantung normal. ‘Masyarakat perlu lebih mengetahui dan berusaha mengelola stres dengan baik untuk mencegah komplikasi kardiovaskular lebih lanjut,’ ujar Dr. Dakota dalam wawancara eksklusif.

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat stres tinggi juga lebih rentan mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini seringkali membuat mereka abai dalam menjaga pola hidup sehat, yang juga berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit jantung. Dr. Dakota menekankan bahwa keuntungan dari memiliki gaya hidup sehat akan terasa signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Selain itu, penting untuk menjalani pemeriksaan medis rutin agar dapat mendeteksi dini tanda-tanda atau gejala abnormal yang dapat diatasi lebih awal. Dalam hal ini, intervensi dan manajemen stres, yang dapat meliputi teknik relaksasi, meditasi, olahraga teratur, serta pola tidur yang cukup, sangat dianjurkan oleh para ahli medis.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga turut ambil bagian dalam peningkatan kesadaran masyarakat akan risiko yang mengintai kesehatan jantung akibat stres dan kelelahan. Berbagai program edukasi dan kampanye kesehatan digiatkan guna mengajak lebih banyak orang menerapkan gaya hidup sehat. Upaya yang ditekankan meliputi pengendalian pola makan, peningkatan aktivitas fisik, hingga pengaturan beban kerja agar keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tetap terjaga.

Baca Juga :  Rindam VI/Mulawarman Gelar Latsar SPPI Fokus pada Bela Negara dan Kesehatan

Dr. Iwan Dakota menambahkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami manajemen psikologis pasien juga menjadi salah satu kunci dalam menangani kasus-kasus penyakit jantung akibat stres dan kelelahan. Dengan langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka prevalensi serangan jantung yang diakibatkan oleh faktor-faktor emosional.

Merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik, terlebih dalam konteks pencegahan penyakit jantung. Kesadaran ini perlu terus dipupuk agar masyarakat lebih waspada dan berdaya dalam menjaga kesehatan diri sendiri.